About Me
*Boy Nugroho - Penulis/Editor/Pekerja Media Digital*
Halo, perkenalkan saya Boy.
Dunia kepenulisan telah saya jalani secara profesional sejak 2006, tak lama setelah menyelesaikan kuliah dan menerbitkan buku pertama.
Dari situlah saya mulai berkenalan lebih dekat dengan dunia penerbitan buku, sebuah dunia yang kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan hidup dan pekerjaan saya hingga hari ini.
Pada masa-masa awal, saya tidak hanya menulis. Saya juga belajar memahami industri buku dari berbagai sisi, termasuk menjadi penjaga lapak dalam pameran buku dan akhirnya terlibat dalam sebagian aktivitas penerbitan.
Pengalaman tersebut memberi saya kesempatan untuk melihat bagaimana sebuah naskah diproses menjadi buku, bagaimana buku bertemu pembacanya, dan bagaimana ekosistem perbukuan bekerja dari balik layar.
Karier profesional saya kemudian berkembang melalui kerja sama dengan sebuah penerbit di Yogyakarta. Di sana, saya terlibat dalam berbagai proyek penulisan, penyuntingan, dan pengembangan naskah, terutama untuk buku-buku populer dan praktis yang ditujukan kepada pembaca umum.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam memahami proses penerbitan, mulai dari pengembangan ide, penyusunan materi, hingga sebuah buku siap hadir di tangan pembaca.
Selain menulis, saya juga pernah mengelola lapak buku bekas secara online. Sebagian besar koleksi yang saya jual berfokus pada sastra, sejarah, filsafat, serta berbagai tema humaniora lainnya.
Pengalaman tersebut memberikan saya kesempatan untuk memahami ekosistem perbukuan secara lebih luas, mulai dari pembaca, kolektor, hingga penjual buku. Dari sana, saya belajar bahwa setiap buku memiliki perjalanan, nilai, dan pembacanya sendiri.
Sekitar tahun 2011, bersama sejumlah rekan, saya turut mendirikan sebuah brand clothing lokal. Dalam proyek tersebut, saya berperan sebagai copywriter dan penulis esai, mengembangkan narasi, identitas, serta berbagai materi komunikasi yang mendukung karakter merek. Pengalaman ini memperluas pemahaman saya tentang bagaimana gagasan, cerita, dan bahasa dapat membangun hubungan dengan audiens.
Pertengahan 2019, saya bekerja ngantor sebagai editor untuk sebuah media hiburan di Yogyakarta. Peran tersebut memperdalam pengalaman saya dalam penyuntingan, pengelolaan konten, dan pengembangan kualitas tulisan untuk platform digital.
Ketika pandemi mengubah cara banyak orang bekerja, saya mulai menjalani pekerjaan secara penuh dari jarak jauh (remote working). Sejak saat itu hingga sekarang, saya aktif bekerja di media online, menulis, menyunting, dan mengelola berbagai jenis konten digital. Pengalaman bekerja secara remote selama bertahun-tahun membentuk cara kerja yang mandiri, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
Selain itu, saya juga pernah mengerjakan sejumlah proyek penerjemahan bahasa Inggris–Indonesia dan Indonesia–Inggris, termasuk penerjemahan audiovisual untuk dokumenter produksi Jerman. Pengalaman tersebut memperkaya cara pandang saya terhadap bahasa sebagai sarana untuk menjembatani gagasan, budaya, dan pengalaman manusia.
Bagi saya, menulis bukan sekadar profesi. Menulis adalah cara memahami dunia, mengolah pengalaman, dan membagikannya kepada orang lain. Buku, artikel, esai, terjemahan, maupun konten digital hanyalah medium yang berbeda untuk tujuan yang sama, yakni menyampaikan ide secara jernih, menarik, dan bermakna.
Website ini menjadi ruang untuk mendokumentasikan karya, pengalaman, pemikiran, dan berbagai ketertarikan yang saya kumpulkan sepanjang perjalanan tersebut.
Sebab pada akhirnya, semuanya bermula dari buku, dan yang lainnya.***